KOMPOL H. SYAFRIZEN TEKANKAN DAKWAH ADALAH KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM DI MASJID NURUL ULUM B3 PESSEL

Hakimmaster.com

Pesisir Selatan – Ratusan jamaah memadati Masjid Nurul Ulum B3, Barung-Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dalam pelaksanaan Shalat Jumat. Khutbah disampaikan oleh Khatib Kompol H. Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah / Ust. Zen Hoki (UZH) dengan tema “Mendakwahkan Agama Adalah Kewajiban”.

Dalam khutbah pertamanya, Kompol Syafrizen mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

> “Bekal terbaik untuk menghadap Allah SWT bukanlah harta, pangkat maupun jabatan, tetapi iman dan ketakwaan,” tegasnya.

Dakwah Bukan Hanya Tugas Ustaz

Khatib mengutip firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 125:

“Ud‘u ilā sabīli rabbika bil-hikmati wal-mau‘izhatil-hasanah…” yang artinya “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik…”

Ayat ini, menurutnya, mengajarkan bahwa dakwah bukan hanya tugas ustaz, ulama atau mubalig. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk mengajak kepada kebaikan sesuai kemampuan dan ilmunya.

Hal tersebut diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW: “Ballighu ‘anni walau ayah – Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Bukhari).

> “Mendakwahkan agama tidak selalu harus berdiri di atas mimbar. Orang tua berdakwah kepada anaknya. Suami berdakwah kepada keluarganya. Guru berdakwah kepada muridnya. Pemimpin berdakwah melalui keteladanan. Polisi berdakwah melalui pelayanan, kejujuran dan perlindungan kepada masyarakat,” jelas UZH di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, dakwah dapat dilakukan dengan ucapan yang baik, perilaku santun, membantu orang lain, mengajak shalat, membaca Al-Qur’an, serta menjauhi narkoba, perjudian, dan perbuatan maksiat yang merusak generasi muda.

Mengutip QS. Ali ‘Imran ayat 104, khatib menegaskan pentingnya keberadaan golongan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran sebagai ciri orang-orang beruntung.

Dakwah Harus Dengan Hikmah

Kompol Syafrizen menekankan, dakwah harus dilakukan dengan hikmah, bukan dengan menghina; dengan keteladanan, bukan kesombongan; dengan kasih sayang, bukan kebencian.

> “Mari kita mulai dakwah dari diri sendiri. Perbaiki shalat kita. Perbanyak membaca Al-Qur’an. Jaga lisan. Jaga keluarga. Didik anak-anak kita dengan agama. Dakwah yang paling kuat bukan hanya apa yang kita katakan, tetapi apa yang kita contohkan,” ujarnya.

Khutbah Kedua: Masjid Sebagai Pusat Pembinaan Umat

Pada khutbah kedua, Khatib mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Dari masjid dibangun iman, ilmu, persaudaraan dan kepedulian sosial.

Ia berharap dakwah yang menyejukkan dapat membuat anak-anak muda dekat dengan masjid, dekat dengan Al-Qur’an dan dekat dengan Allah SWT.

Khutbah ditutup dengan doa:

“Allahummaghfir lana dzunubana wa liwalidaina… Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina adzaban-na

– Slug: khutbah-jumat-kompol-syafrizen-dakwah-kewajiban

– Kategori: Daerah / Rohani / Polri Humanis

– Tag: #KhutbahJumat #Pessel #PolriPresisi #Dakwah #MediaHakim #UstZenHoki

– Penulis: Adi Kampaaiy

– Editor: Zulhakim CFLE

– Sumber: Masjid Nurul Ulum B3 Tarusan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *